Polres Minut Ringkus Pelaku Pembunuhan di Paniki Atas


Polres Minut saat menggelar Press Release terkait Kasus pembunuhan di Paniki Atas

 

 

MINUT – Kurang dari 12 jam Polres Minut berhasil meringkus 13 orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap korban Teddy Emor (35) di jalan Perum Villa Mutiara Desa Paniki Atas Jaga V Kecamatan Talawan Minut, Minggu (18/2/18 ) sekitar Pukul 22.30 Wita.

 

“Cepat, cerdas dan tuntas, dalam waktu kurang dari 12 jam pelaku pembunuhan di Desa Paniki sejumlah 13 orang berhasil ditangkap. Ini berkat kerja keras tim gabungan Reskrim Polres Minut dan Polsek Dimembe,” ujar Kapolres MinutAKBP Alfaris Pattiwael, SIK. MH saat menggelar Press Release, Senin (19/02/18).

 

Kapolres yang didampingi Wakapolres Kompol Dewa Made Palguna SH SIK, Kasat Reskrim AKP Ronny Maridjan SE, Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto serta seluruh Perwira menjelaskan pihaknya telah mengamankan 13 pria yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Tedy Emor (35), warga Desa Paniki Atas Jaga V Kecamatan Talawaan di jalan Perum Villa Mutiara.

 

” Korban mengalami luka tusukan dibagian lambung kanan menembus bagian lambung kiri dengan senjata tajam (sajam) jenis Samurai. Korban Tedy Emor meninggal dunia dengan luka tusukan dibagian lambung, diduga dilakukan oleh 13 pria dibelakang kami ini,” ujar Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael.

 

Dikatakannya selain Teddy Emor ada juga korban Arel Rorong (28) warga Desa Paniki Atas Jaga VII Kecamatan Talawaan Minut yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.

 

Ke-13 pelaku sudah diamankan dan dalam penyelidikan lebih lanjut, bisa saja bertambah tersangkanya. Para pelaku terancam Pasal 340 tentang Pembunuhan berencana Junto Pasal 351 tentang Penganiayaan Berat..

 

“Untuk hasil penyelidikan sementara kita katakan ini motif pembunuhan karena dendam dan kriminal murni. Sebab masih akan ada proses penyidikan dan olah TKP,” jelasnya.

 

“Terkait kasus pembunuhan di Paniki Atas, kami berharap, masyarakat untuk tidak terpancing isu dan informasi tak jelas. Untuk pemberi informasi, juga kami harap jangan menciptakan info menyimpang, mengingat kasus ini sudah berada ditangan polisi,” tegas Pattiwael.