Polres Minut Kawal Proses Pengukuran Lahan PT BMW di Paputungan

Kabag Ops Polres Minut Kompol Farly Rewur memimpin apel siaga pengawalan proses pengukuran lahan PT BMW di Desa Paputungan.

Kabag Ops Polres Minut Kompol Farly Rewur memimpin apel siaga pengawalan proses pengukuran lahan PT BMW di Desa Paputungan.

 

Minut, BeritaManado.com – Proses pengukuran elevasi lahan PT Bhineka Manca Wisata (BMW) seluas 350 hektar (Ha) di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara (Minut), berjalan sukses, Rabu (7/3/2018).

Pengukuran hari pertama tersebut dikawal langsung 100 personel Polres Minut, dibawa komando Kabag Ops Kompol Farly Rewur SH MM.

“Rencananya proses pengukuran elevasi lahan ini akan berlangsung selama 30 hari. Dan tetap akan dijaga petugas aparat,” kata Rewur mewakili Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH.

Rewur menjelaskan, keterlibatan Polri dalam pengawalan sesuai dengan permintaan dari PT BMW yang merasa kesulitan untuk membangun objek wisata di desa tersebut.

Pasalnya, sebelumnya, ada sekitar 11 Kepala Keluarga (KK) sempat menghadang pengukuran kembali serta penelitian struktur tanah, karena mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan warisan dari orangtua.

“Kami hanya melalukan pengamanan, dan melakukan mediasi antara warga dan pihak perusahaan,” tambah Rewur.

Pengukuran elevasi tanah berjalan sukses dibawa pengawasan Polres Minut, Pemerintah Kecamatan Likbar.

Pengukuran elevasi tanah berjalan sukses dibawa pengawasan Polres Minut, Pemerintah Kecamatan Likbar.

 

Terpisah, Dewan Direksi PT BMW Husien dan Leonardy Halim, didampingi Kepala Perwakilan Manado, Julianto dan Yayan mengungkapkan, proses pengukuran elevasi adalah awal untuk membangun objek wisata di tanah Desa Paputungan yang sudah dibeli sejak tahun 1992 sampai 1996.

“Kami memiliki bukti pembelian dan sertifikat tanah yang sah dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Hanya saja beberapa warga meminta agar tanah tersebut dibayar kembali. Akibat konflik ini, makanya proses pengukuran elevasi selalu tertunda sehingga kami minta bantuan aparat,” jelas Husien dan Halim.

Keduanya berharap, setelah ini tidak ada lagi konflik antar masyarakat, berhubung lokasi pembangunan objek wisata di Desa Paputungan justru akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga lokal serta tidak akan mengganggu kawasan permukiman warga.

“Justru kehadiran objek wisata disitu maka kami akan menjalin kerjasama dengan warga lokal untuk pengembangan pariwisata di Desa Paputungan,” tambahnya.

Proses pengukuran turut disaksikan Kasat Intel Iptu Boy Rawung, Camat Likbar Chresto Palandi, Hukum Tua Paputungan Korneles Saliho, Kapolsek Likupang Iptu Hendrik Rantung, Danramil Likupang Kapten Inf Tonny Wurangian diwakili Serma Andaria serta ratusan warga yang mendukung pembangunan objek pariwisata oleh PT BMW.

 

(Finda Muhtar)