Polres Minut Amankan Pengukuran Kawasan Pariwisata di Desa Paputungan

Kabag Ops Farly Rewur bersama ratusan anggota Polres Minut melakukan pengamanan di lokasi yang akan dibangun objek wisata di Desa Paputungan, Likbar, Rabu (7/3/2018) kemarin.

MINUT— Proses pengukuran lahan untuk menunjang pembangunan objek wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Desa Paputungan berjalan baik. Walau dalam pengawasan puluhan personel Polres Minut, PT Bhineka Manca Wisata (BMC) menyelesaikan pekerjaan pengukurannya, meski awalnya sempat dihalang-halangi oleh sejumlah warga Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat (Likbar) Minahasa Utara (Minut)

Sebelumnya sekira 11 Kepala Keluarga (KK) sempat menghadang pengukuran kembali serta penelitian struktur tanah, karena menurut mereka lahan tersebut adalah milik orang tua mereka.

Kabag Ops Polres Minut, Farly Rewur usai melakukan pengamanan dalam pengukuran mengatakan, PT Bhineka Manca Wisata (BMC) yang akan melakukan proses awal dalam pembangunan objek wisata meminta perlindungan hukum dari pihak Kepolisian.

“Kami hanya melalukan pengamanan, dan melakukan mediasi antara warga dan pihak perusahaan, sehingga saat proses berlangsung, sudah tidak ada perlawanan dan pengukuran berjalan dengan baik ” katanya.

Terpisah, Direksi PT BMC Husien dan Leonardy Halim, didampingi Kepala Perwakilan Manado, Julianto dan Yayan mengungkapkan, ini awal untuk membangun objek wisata di Minut.

“Memang, awalnya, sebagian warga menolak dan meninta kami kembali membayar lahan tersebut. Padahal, itu sudah dibayar pada orang tua mereka sejak tahun 1992 – 1996. Itu alasan mereka menolak,” ujarnya.

Lanjut Julianto, saat ini sudah tidak ada masalah, dan 30 hari kedepan, PT Bhineka Manca Wisata (BMC) akan segera memulai aktivitas dilahan tersebut.

(Budi)