Dimediasi Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa, Kasus Penganiayaan di Kalawat Berakhir Damai


MANADO, Humas Polda Sulut – Bermaksud menikmati hiburan dalam acara syukuran di rumah tetangganya, DS (38) justru dianiaya beberapa pemuda, di Desa Kalawat, Airmadidi, Minahasa Utara. Akibatnya, pria yang bekerja sebagai sopir ini mengalami memar di lengan kanannya.

Guna mengantisipasi adanya aksi balas dendam atas kasus tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kalawat, Bripka Andi Dale berinisiatif menggelar mediasi, Kamis (11/10/2018), malam.

Mediasi berlangsung di rumah Wakil Kepala Jaga VII Desa Kalawat, Tien Tetelepta, dihadiri oleh DS dan para pelaku penganiayaan, yakni PS (26), IL (26), DT (23) dan RH (27), serta disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak, kepala jaga dan Linmas.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap alasan para pelaku mengeroyok DS, karena mereka pernah diancam oleh DS menggunakan parang. DS pun tak menampik hal ini. Selanjutnya disepakati masalah ini cukup diselesaikan di tingkat pemerintah desa setempat. Kedua belah pihakpun akhirnya saling memaafkan.

Bripka Andi berharap, setelah mediasi ini tidak ada lagi dendam. “Semuanya harus benar-benar saling memaafkan. Jalin kembali hubungan yang baik dan harmonis, mari kita menjaga keamanan dan ketertiban bersama-sama,” imbaunya.

Terpisah, Kapolsek Airmadidi Iptu Hendrik Rantung menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan pemecahan masalah (problem solving) yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. “Problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas selalu dilaporkan secara berjenjang, sebagai bagian dari kendali tugas dalam konsep pemolisian masyarakat,” pungkasnya.